ISTIRAHATLAH KATA-KATA



Wiji Thukul adalah penyair yang kritis terhadap ketidakadilan penguasa. Rezim Soeharto telah 30-an tahun memegang pemerintahan di Indonesia dan mematikan demokrasi. Puisi-puisi Wiji lugas dan selalu diteriakkan dalam demonstrasi-demonstrasi melawan rezim.

Pada Juli 1996, pecah kerusuan di Jakarta, Wiji Thukul dan beberapa aktivis pro-demokrasi ditetapkan sebagai tersangka pemicu kerusuhan. Wiji lalu melarikan diri ke kota Pontianak. Selama hampir 8 bulan di Pontianak, Wiji tinggal berpindah-pindah rumah bahkan tinggal bersama dengan orang-orang yang sama sekali belum dia kenal.

Wiji mengawali pelariannya dengan ketakukan, karena status baru menjadi buronan. Namun, Wiji tetap menulis puisi dan beberapa cerpen dengan menggunakan nama pena lain. Wiji juga berganti identitas untuk mengelabui administrasi negara, tercatat Wiji menggunakan beberapa nama di dalam pelariannya.

Ada kata-kata Wiji yang begitu mendalam : /menjadi diri sendiri, adalah tindakan subversi di negeri ini/

Di Solo, Sipon istri Wiji Thukul hidup bersama dua anaknya. Sipon ditekan, rumah diawasi polisi, koleksi buku-buku disita dan beberapa kali Sipon digelandang ke kantor polisi untuk diinterogasi. Mei 1998, Wiji Thukul hilang, sebulan sebelum Soeharto diturunkankan rakyatnya sendiri.

Film Istirahatlah Kata-kata bersubtittle: Indonesia dan Inggris

Jenis Film : Drama, Biography
Produser : Yosep Anggi Noen, Yulia Evina Bhara, Tunggal Pawestri, Okky Madasari
Sutradara : Yosep Anggi Noen
Penulis : Yosep Anggi Noen
Produksi : Muara Foundation, Kawan Kawan Film, Partisipasi Indonesia, Limaenam Films